Hari Rabu, 29 Agustus 2007 dilaksanakan rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran perubahan utk TA. 2007 dan KUA 2008 bertempat di Prima Resort Sangkan Hurip Kuningan. Tempatnya memang enak dan nyaman, pas sebenarnya untuk membahas rapat. Cuman karena undangan datang mendadak dan rapat dilaksanakan bersama dengan Panitia Anggaran DPRD, saya rada males. Bahan sudah disiapkan, dan saya datang dengan teman-teman lainnya jam 13.30 siang. Eh ternyata gak ada orang. Akhirnya kita duduk-duduk lah di bawah pohon kelapa sambil lesehan, sayang gak ada yang bawa kartu gapleh. Kalo ada kan bisa gaplehan dulu sebentar.
Rapat akhirnya dimulai jam setengah tiga sore, tambah haroreamlah saya. Setelah dibuka oleh pimpinan dewan, pembahasan dilanjutkan dengan agenda klarifikasi dari tim anggaran eksekutif tentang beberapa pertanyaan yang diajukan oleh dewan. Beberapa pertanyaan diantaranya adalah mengenai tambahan untuk insentif honor guru swasta 6 milyar, darimana duitnya ?, dan beberapa usulan penghapusan atau pengurangan anggaran oleh panitia anggaran. Panitia anggaran juga mengusulkan "aspirasi" sebesar 3 milyar sekian. Untuk gambaran dana yang tersedia dan dapat digunakan adalah sebanyak 12 milyar saja.
Rapat tersebut buat saya sangat gak efektif, gak fokus, dan terlalu menekankan "power" -nya panitia anggaran. Beberapa panitia anggaran ngotot agar pembahasan dimulai dari klarifikasi bantuan partai politik, baru pembahasan perubahan anggaran TA. 2007 bisa dilanjutkan. Dari hal ini saja sudah terlihat kemana sebenarnya keberpihakan panitia anggaran. Berkali-kali rapat diinterupsi karena eksekutif dianggap mempersulit pencairan bantuan partai politik. Akhirnya disepakati pembicaraan tentang bantuan partai politik dibahas tersendiri dengan mengundang ketua tim pencairan bantuan utk partai politik. Dari informasi yang diperoleh ternyata meskipun sudah disampaikan tentang aturan main bantuan parpol, tetap saja anggota dewan menganggap belum jelas. Saya sampai sempet mikir sebenarnya anggota dewan ini punya otak gak sih...........
Akhirnya jam 5 sore saya pulang duluan dan memutuskan untuk gak hadir pada rapat lanjutan malam harinya. Kekecewaan saya karena baik panitia anggaran dan tim anggaran tidak pernah fokus pada tujuan yang sebenarnya telah digariskan dalam setiap pembahasan APBD. Ujung-ujungnya adalah pembagian proporsi APBD berapa untuk saya dan berapa untuk anda. Saya dapat informasi bahwa beberapa kegiatan penting malah dihapus seperti bantuan utk rumah tidak layak huni (utk keluarga miskin), hasil musrenbang kecamatan dipotong 1,1 milyar, yang akhirnya semua pemotongan itu adalah untuk mengakomodir keinginan dewan yang katanya "aspirasi". Adapun pemotongan hasil musrenbang kecamatan adalah karena mereka pengawal kecamatan bukanlah pihak yang memiliki "hak budget". Kalo memang begitu kenapa gak semuanya aja dikasihkan ke panitia anggaran, biar yang ngatur mereka semua.
Esoknya saya dapat informasi bahwa akhirnya sisa anggaran dikapling-kapling, dan eksekutif dijatah sebanyak 1,2 milyar terserah buat apa. Saya berpikir selama ini sudah kerja capek bikin arahan rencana tahunan yang jelas kok ujung-ujungnya amburadul. Itulah kondisi kita ternyata. Sekalipun pemerintahan sudah melakukan hal yang benar tetap saja dianggap salah karena ternyata selama ini kita memilih orang bodo dengan kekuasaan yang sangat besar. Sangat benarlah pepatah yang mengatakan ketika para pemimpin atau mereka yang berkuasa ternyata bukan ahlinya dan gak punya otak maka kehancuran akan semakin dekat. Saya hanya bisa berdoa semoga Tuhan menunjukkan dan membimbing kita di jalan yang benar. Amin.
1 komentar:
DPRD emang gak punya otak jeh,... baru tahu sekarang tah? kemarin kemana aja? he.he.he.he
kalo soal ngotot itu dah keahlian mereka loh,.. bahkan sebelum menjadi anggota dewan mereka disekolahkan dulu oleh partainya ke UGM (universitas gombal melulu), mereka dilatih bagaimana cara ngibul, ngotot,ngeles, dll. tapi diluar sana masih banyak anggota dewan yang baek-baek tapi susah dicari. nah kalo di cirebon bener semua. (bener-bener gak tahu malu, ha.ha.ha.ha.ha.ha)
Posting Komentar